Breaking

Senin, 17 April 2017

Cuma di Medan, Berhenti Ketika Lampu Merah Diklaksoni dan Disuruh Jalan. Istimewa….


Lalu-lintas Kota Medan sulit dibuat tertib. Semakin hari, kondisinya semakin memprihatinkan. Rambu-rambu lalu-lintas banyak yang cuma jadi pajangan. Karena dilanggar, dan tidak dipatuhi.
Contoh gampangnya, menerobos lampu merah, berhenti di depan garis, memotong jalur antrian sepeda motor dengan mobil, tidak memberi lampu tanda ketika akan berbelok, berkendara melewati trotoar pejalan kaki, berkendara melawan arah. Dan banyak lagi.
Secara tata-tertib, semuanya bisa terlihat salah. Baik itu mobil pribadi, motor, becak bermotor, angkot, dan lainnya.
Meski begitu, kalau sudah di persimpangan lampu merah semua bisa menjadi “pembenaran” untuk saling mendahului tanpa harus mempedulikan situasi dan kondisi apa pun itu termasuk petugas yang sedang bertugas.
Di antara semua pelanggaran lalu-lintas, paling prihatin adalah melanggar lampu merah. Sudah begitu besar lampu lampu merah, lengkap dengan warnanya: Merah berarti berhenti, Kuning siap-siap, dan Hijau berarti jalan. Masih saja ada yang buta warna dengan menerobos lampu merah. Istimewanya di Medan, dasar tak tau diri.
Kalau kita berhenti pas lampu menyala merah. Kita pula yang diteriaki dan diklaksoni disuruh jalan oleh pengendara yang di belakang. Dasar sinting!
Seandainya penerobos lampu merah itu sadar di setiap persimpangan lampu merah terdapat streaming CCTV melalui ATCS (Area Traffic Control System). Barangkali, tidak akan ada yang berani menerobos, itupun dengan catatan harus ditindak tegas oleh petugas. Melalui kamera CCTV ATCS inilah semua kejadian dan peristiwa yang terjadi persimpangan lampu merah terekam selama 24 jam.

Oleh karena itu sebagai warga Medan dan sekitarnya, harus kita dukung upaya Ketertiban Lalu Lintas Kota Medan di jalan raya. Jangan sampai Kota Medan yang dikenal dengan kulinernya yang lezat, terkenal juga dengan semwrawutnya lalu-lintas. Patuhi lampu merah, itu yang pertama dan utama, selebihnya peraturan lain menyusul. (semedan.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar