Breaking

Minggu, 05 Februari 2017

Diusir Angkatan Laut Malaysia, Diselamatkan Nelayan Aceh, Pengungsi Rohingya : "Terima Kasih Saudaraku.."



Hampir 800 pengungsi Rohingya dan Bangladesh diselamatkan nelayan Aceh dengan menarik perahu mereka ke pantai. Menurut keterangan PBB, masih ada ribuan pengungsi yang terkatung-katung di tengah laut.

Nelayan Aceh menarik dua perahu ke pesisir kota Langsa. Satu perahu lain ditemukan sehari sebelumnya. Seluruhnya ada hampir 800 pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh yang diselamatkan.
Menurut laporan berbagai kantor berita, ada sekitar 420 pengungsi asal Bangladesh dan 370 pengungsi asal Myanmar yang berhasil selamat. Mereka kebanyakan dari etnis Rohingya, minoritas muslim yang mengalami penindasan di negara asalnya.

Para pengungsi itu kini ditampung di Kecamatan Langsa. “Mereka dievakuasi lima kapal nelayan setelah ditemukan berdesakan dalam tongkang kecil,” kata Kapolres Langsa, AKBP Sunarya.

Selanjutnya Sunarya menjelaskan, nelayan dengan kapal motor juga menemukan perahu pengungsi hari Kamis (14/05). Para nelayan lalu menghubungi Polisi Air dan membantu evakuasi pada pengungsi.
Ditolak di Malaysia

“Menurut informasi yang kami dapat dari dari para pengungsi, mereka sempat masuk ke perairan Malaysia. Tapi Angkatan Laut Malaysia mengusir menuju perairan Indonesia,” jelas Sunarya.

Sekarang, sekitar 790 pengungsi itu ditampung di penampungan sementara Pelabuhan Kuala Langsa. Ketika ditemukan, mereka dalam kondisi lemah akibat kelaparan dan dehidrasi.

Minggu yang lalu, ratusan pengungsi juga berhasil diselamatkan dan dibawa ke Aceh, setelah perahunya karam. Ada banyak perempuan dan anak-anak yang lemas karena kekurangan makanan. Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 2000 pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh mendarat di Malaysia dan Indonesia.

Menurut lembaga urusan pengungsi PBB, UNHCR, masih ada ribuan pengungsi yang terkatung-katung di perairan Asia Tenggara. PBB mengimbau negara-negara Asia Tenggara, terutama Thailand, Malaysia dan Indonesia agar menaati aturan internasional kelautan dan menyelamatkan pengungsi yang terancam tenggelam atau kelaparan. (bbc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar