Breaking

Rabu, 04 Januari 2017

Lihat Bidan Cuma Pakai Handuk, Perampok Ini Malah...



Pelaku perampokan disertai percobaan pemerkosaan, Iwan Setiawan mendekam di Polsek Kemayoran, Kamis (5/1).

Sebelum digelandang polisi, Iwan sempat diamuk massa lantaran merampok dan mencoba memerkosa seorang perempuan bernama Sangkih (27) di indekos wanita yang terletak di daerah Cempaka Baru, Jakarta Pusat.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan, Iwan yang berprofesi sebagai tukang ojek ini memaksa korbannya untuk melakukan hubungan intim.‎ Kejadian terjadi pada Selasa (3/1) pukul 14.00 WIB.

"Ia memantau satu kamar indekos, lalu dia mendengar suara seperti guyuran air dari dalam kamar mandi korban," ucap Suyatno saat dikonfirmasi pada Kamis (5/1).

Iwan mengetahui sinyal bahwa di dalam kamar tersebut ada penghuninya. Iwan lantas mengetuk pintu kamar Sangkih, wanita yang berprofesi sebagai bidan itu. Korban lalu membuka pintu dengan hanya mengenakan handuk.

"Korban masih memakai handuk, pas dibuka, dia kaget. Pelaku yang datang sambil memegang celurit mengancam akan membunuh korban kalau dia berteriak," katanya.

Dengan celurit, Iwan mengancam leher Sangkih. Dia kemudian menarik korban masuk ke kamar mandi. Pada kesempatan itu, Iwan sempat memaksa Sangkih untuk berbuat intim.

"Korban tidak mau, lalu sempat dipukul Iwan. Pelaku yang takut ketahuan karena korban terus menangis kemudian mengurungkan niatnya," terang Suyatno.

Pada akhirnya, Iwan hanya membawa barang berharga, berupa iPhone 6, ponsel Samsung, cincin emas 2 gram, kalung emas 4 gram, dan dompet.‎ Iwan pun kabur.

Belum beberapa meter Iwan kabur, Sangkih menjerit minta tolong. Akibatnya, warga sekitar langsung mengerumuni Iwan.

"Pelaku sudah mau kabur naik motor. Tapi teman-teman korban mendengar teriakan dan meminta pertolongan warga," ujarnya.

Dia babak belur dihakimi masyarakat. Namun pihak kepolisian berhasil mengamankan Iwan agar tidak menjadi bulan-bulanan warga. Kini, Iwan tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Kemayoran. (jpnn)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar