Breaking

Selasa, 03 Januari 2017

Bentrok di Penjara, Puluhan Tewas Dipenggal, Kepala Dilempar ke Pagar



Publik digegerkan dengan bentrok antar geng di penjara Amazon, Brasil, Senin (2/1) waktu setempat.

Yang mengerikan, peristiwa 17 jam tersebut menewaskan 56 orang napi, dengan sebagian besar mayat terpenggal dan dilemparkan ke atas tembok penjara.

Bak film action, awal pertempuran terjadi karena perebutan kekuasaan gangster di Brazil.

Dua kubu berseteru, adalah Family of the North (FoN) yang merupakan geng lokal berpengaruh dan musuhnya First Capital Command (FCC), geng terbesar di Brazil.

Kedua geng ini terkenal sebagai basis peredaran narkotika di Brazil. Hingga akhirnya, perang pecah sekitar jam empat sore, Senin (2/1) waktu setempat.

Seperti direncanakan kedua kubu untuk berperang, sejumlah persiapan perang telah dilakukan. Salah satunya, menyandera 12 sipir agar mereka leluasa bertarung.

Mengerikan, pertempuran itu awalnya seperti tidak dapat dihentikan. Kedua kubu saling bunuh demi membela geng masing-masing.

Kekejian mereka terlihat ketika memperlakukan korban tewas. Mereka dipenggal kepalanya dan dilemparkan ke pagar. Ada juga yang dibakar.

Dilansir dari Reuters, peristiwa itu menjadi kekerasan paling berdarah dalam dua dekade terakhir di sistem penjara Brasil yang penuh sesak.

Penjara Amazon kini menampung 2.230 tahanan, dengan kapasitas untuk 590 napi.

Begitu banyaknya tahanan yang terlibat dalam pertempuran, membuat keluarga napi berhamburan datang ke area penjara. Sontak, mereka histeris lantaran mengetahui peristiwa mengerikan di dalam lapas. Sejumlah petugas keamanan, melarang mereka mendekat.

Berbondong-bondong, polisi dan tentara Brazil bersenjata merangsek masuk ke dalam lapas untuk mengendalikan situasi. Merasa terkepung, kedua kubu berseteru akhirnya memutuskan gencatan senjata setelah melalui negosiasi antara kedua kubu dan polisi.

"Selama perundingan (untuk mengakhiri kerusuhan), para napi tidak memiliki tuntutan. Kami pikir mereka sudah melakukan apa yang mereka inginkan: Membunuh anggota geng musuh," Kepala keamanan negara bagian Amazon, Sergio Fontes.

Melakukan gencatan senjata, kedua kubu pun bersedia diamankan dan dimasukkan kembali ke dalam sel masing-masing. Pertempuran itu setidaknya berlangsung selama 17 jam, dimulai jam empat sore, dan diakhiri jam lima pagi.

Korban tewas, berjumlah 56 orang.

Sementara, 12 sipir penjara yang sempat disandera, sebut Fontes, berhasil dibebaskan. Situasi di dalam penjara usai kerusuhan sangat mengerikan. Beberapa korban tewas dipenggal.

"Banyak (korban) yang dipenggal, dan mereka mengalami kekerasan yang parah," katanya.

Namun, masalah lain terjadi akibat kerusuhan itu. Sebanyak 300 napi kedapatan kabur ditengah pertempuran terjadi.

Sontak, aparat pun melakukan perburuan. Hingga kemarin, sudah 40 napi berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel kembali.

Sekretaris penjara negara Amazon, Pedro Florencio mengatakan, pembantaian itu adalah 'pembunuhan balas dendam' dalam perseturuan antara geng kriminal di Brazil.

Menteri Kehakiman Brasil, Alexandre de Moraes, segera terbang ke Manaus menuju penjara Amazon, untuk bertemu dengan pejabat setempat.

Pada bulan Oktober, kerusuhan mematikan juga terjadi di tiga penjara. Penyebabnya hampir sama, yaitu diduga karena pertikaian antara anggota dua geng terbesar di negara itu, PCC dan Family of the North (FDN).(rm/mam/JPG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar