Breaking

Sabtu, 24 Desember 2016

Seminggu Jadi TKI di Rumah Bangsawan Malaysia, Wanita Asal Sumut Disiksa Seperti Ini



Penganiayaan TKI kembali terjadi, Suyanti bin Sutrisno (19), yang baru saja sekitar dua minggu bekerja di Malaysia disiksa majikannya hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Wanita asal Kisaran, Sumatera Utara itu kini mendapat perlindungan dari Kedubes Indonesia di Kuala Lumpur, menunggu penyelidikan kasus itu.

Seperti dilaporkan TheStar, Sabtu (24/12), Dubes Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, mengatakan bahwa dia dan semua staf kedubes saat ini terus berkomunikasi dengan pihak Kepolisian Diraja Malaysia dan terus mengunjungi wanita yang kini dirawat di Pusat Medis Universitas Malaya.

“Setelah keluar dari rumah sakit, dia akan tinggal di kedutaan sambil menunggu kasus ini (untuk diselidiki),” jelas Dubes Herman. Herman berharap bahwa majikan tidak seharusnya memperlakukan pembantunya seperti itu dan harus menghormati kontrak mereka.

“Majikan tak seharusnya memperlakukan pekerjanya sesuka hati,” imbuhnya. “Saya berharap bahwa pelaku dapat dibawa ke pengadilan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harap Dubes.

Sementara itu, Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron D Ambary menyebutkan, Suyanti ditemukan pingsan di jalan dan dilarikan ke RS PPUM di Kuala Lumpur pada 21 Desember 2016 dengan luka di sekujur tubuh akibat penyiksaan.

Yusron mengatakan, Satgas telah menemui korban di rumah sakit dan berhasil mewawancarainya. “Yang bersangkutan masuk Malaysia 7 Desember melalui Tanjung Balai ke Port Klang.

Dijemput seorang agen dan langsung diantar ke rumah majikannya seorang wanita pada tanggal 8 Desember,” kata Yusron di Malaysia, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (24/12).

Ia menyebutkan penyiksaan oleh majikan dimulai seminggu setelah dia kerja di tempat tersebut.

“Yang bersangkutan lari tanggal 21 Desember saat majikan mengancam dengan pisau besar. Di sekujur tubuh korban dari kepala hingga kaki ada luka tanda-tanda bekas kekerasan,” ujarnya.

Majikan Bangsawan 


Terpisah, Kasat Reskrim Kepolisian Selangor, Asisten Komisioner Fadzil Ahmat, mengatakan mereka tidak melakukan penangkapan dan menolak menjelaskan bahwa sang majikan adalah seorang Datin (gelar bangsawan Malaysia). Perintah penahanan untuk penahanannya sampai Rabu depan telah diperoleh oleh polisi.

Sementara itu, Deputi Kepala Polisi Petaling Jaya, Superintenden Mohd Ali Thamby mengatakan bahwa Suyanti kini dalam kondisi stabil. “Kami berharap masyarakat bisa menahan diri dari berspekulasi tentang masalah ini,” katanya seperti dilansir TheStar, Sabtu (24/12).

Pembantu, yang hanya ingin dikenal sebagai Suyanti, mengklaim bahwa dia telah bekerja untuk majikannya selama dua minggu.

“Saya ditampar dan dipukul setiap hari dan sering dipanggil sebagai binatang. Aku mengkhawatirkan nyawaku,” katanya. Suyanti mengatakan, bahwa dia tidak diizinkan mandi dan hanya boleh makan satu kali dalam sehari. “Aku sempat berharap bahwa majikan ku itu akan berubah.”

“Tapi, sekarang aku tak sanggup lagi,” tuturnya terbata-bata.

“Hari itu, aku memanjat tangga dan melompat ke luar pagar. Aku lari secepat mungkin sampai aku tak sanggup lagi dan terjatuh akibat keletihan,” ungkapnya. Rabu sore, seorang sekuriti menemukan Suyanti dalam keadaan tidak sadarkan diri dekat selokan di kawasan Mutiara Damansara dan menyebarluaskan temuannya itu di media sosial.

Majikannya menyerahkan diri ke polisi sekira jam 22:30 waktu setempat pada hari yang sama. (asp/star)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar