Breaking

Senin, 05 Desember 2016

Gereja di Balige Mau Diledakkan, 11 Teroris Diamankan



Diduga merencanakan pemboman sejumlah gereja, sedikitnya 11 pria terduga teroris ditangkap tim gabungan di Kota Balige, Kabupaten Toba Samosir, Prov Sumatera Utara. Begitu isu yang tengah menghebohkan para facebooker sejak Senin (5/12/2016) malam hingga Selasa (6/12/2016) dini hari ini.

Keterangan dihimpun dari sejumlah akun facebook menyebutkan, penggerebekan terduga teroris ini berlangsung di Gang Cemara Rumah Nomor 1, Kelurahan Pardede Onan, Kecamatan Balige.

Seperti disebutkan akun dengan nama Ryo Siahaan ketika ditanya kru redaksi Metro Online, isu penangkapan ini serius. Bahkan para pelaku sudah diamankan ke Polres Tobasa.

“Seriuuss ini. Dan sudah di bawa ke polres tobasa.. Ditangkap di gang cemara no 1 pardede onan balige. Dari siborong borong 1 ditangkap dan dibawa ke balige ada 11 orang dan satu melarikan diri,” ujarnya.

Begitu juga dengan keterangan Rimson P Pardede yang pertama kali mengunggah foto-foto proses penangkapan terhadap para pelaku. Bahkan, dengan terang, Rimson menyebutkan, ada racikan bom didapat dari para terduga teroris tersebut. “12 halak…lari 1…adong do racikan bom na…(12 orang… lari 1… ada carikan bomnya-red)” sebutnya dalam menjawab pertanyaan sejumlah akun FB lainnya.

Masih jawaban Rimson P Pardede, dalam penangkapan itu turut melibatkan Brimob dan sepasukan TNI. “Nakin…di siborong2 do parjolo dapot..ala nyangn hona grja siborong2..ala dpot 1 turun ma halaki tu balige….2 hri dope halakon di balige.. (tadi dapatnya… di Siborong-borong pertama kali dapat. Karena dapat 1, turun lah mereka ke Balige. Baru 2 hari mereka di Balige-red)” terang Rimson.

Keterangan yang serupa juga disebutkan akun Jono Hutapea Sabungan. Bahkan dia menyebut, target para terduga teroris ini adalah Gereja HKBP, HKI dan Katolik. “Terduga teroris ditangkap di daerah Balige,Pardede onan. Tersangka ada 12 orang dang 1 orang melarikan diri dengan barang bukti bom rakitan. targetnya direncanakan membom gereja HKBP,HKI dan KATOLIK. Smua tersangka berasal dari daerah Lampung dan Palembang. Teroris telah sampai ke tanah Batak. Kita harus waspada terlebih mendekati perayaan NATAL. Horas,” sebutnya.

Sementara akun Edward Situmorang menyebutkan, polisi menemukan sejumlah berkas. Salah satunyaadalah peta Gereja HKBP.

“Balige..rawan sasaran orang tak bertanggung jawab(teroris),kita satukan kebersamaan menjaga daerah kita ini,baru saja ketangkap 10 orang terduga teroris, satu melarikan diri.lg dlm pencarian..dari gang cemara.Pardede onan Balige……peta Gereja HKBP dapat dari mereka sbgai barang bukti.semoga ini bisa langsung terungkap modusnya,” tulisnya di dinding FB-nya.

Begitu pun, ada juga sejumlah akun yang berusaha menenangkan keadaan. Misalnya, seperti Togi Napitupulu.

“Save NKRI. Walaupun kaum radikalis coba menggangu tanah batak tanah yang bertuah,tanah di lembah bukit barisan,bahagian tanah NKRI tercinta. Mohon kepada masyarakat “TAPANULI” yang tentunya bijak,arif dan tawakal, kita tetap berdiri,bergandeng tangan untuk menjaga keutuhan kita Berbangsa dan bertanah air Indonesia. Biarkan alat negara menjalankan tugasnya yang telah berhasil menangkap terduka teroris di Balige kelurahan pardede onan. Jauhkan kita dari propokasi, usang hadapi dengan hati dan kepala dingin. Mari jaga SUMUT menjadi Miniatur Indonesia tercinta.

Jaga satu margamu saudaramu yang bukan satu agama denganmu karena sebelum agama apapun masuk ke tanah batak kita telah bersaudara,kita telah satu suku, karena hanya orang bodoh yang dapat membunuh mengatas namakan agama,” tulisnya.

Sedangkan akun lain banyak yang meminta orang-orang, khususnya warga di tanah Batak untuk waspada. Misalnya, seperti ujaran Firman Manaloe. “Dengan adanya dugaan teroris, masuk ke wilayaha balige gang cemara dekat Tk asisi pardede onan.. Mlm ni telah di tangkap polres tobasa, yg di curigai berjumlah 11 orang,Untuk itu bagi masyarakat balige agar waspada dengan kehadiran teroris yg di curigai tersebut.. Waspadalah..waspadalah..!!!”

Namun sayang, saat berita ini hendak diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Telefon dan pesan dilayangkan Selasa (6/12/3016) dini hari kepada Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kasubbid Akbp MP Nainggolan belum berbalas. (Metro-Online)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar