Breaking

Jumat, 30 Desember 2016

EDAN! Sidak di Pabrik, Para Pekerja China Ilegal Ini Berani Cuekin Menteri



Sebuah pabrik peleburan baja di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bebas mempekerjakan puluhan tenaga kerja asing asal Tiongkok. Belasan di antaranya diduga melanggar izin.

Fakta itu bahkan harus diungkap sendiri oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, kemarin (28/12). Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke PT Huaxing, Jalan Narogong KM 20, Cileungsi, Menteri Hanif menemukan belasan TKA Tiongkok yang terindikasi melanggar izin kerja.

Dari hasil pemeriksaan sementara, PT Huaxing mempekerjakan 40 TKA legal dan mengantongi izin tinggal serta kerja. Namun temuan menteri, 18 di antaranya terindikasi melakukan pelanggaran izin kerja.

”Mereka yang terindikasi pelanggaran izin kerja, dibawa ke tahanan Imigrasi, untuk diperiksa oleh pengawas Ketenagakerjaan dan Imigrasi,” kata Hanif kepada pewarta.

Pada sidak tersebut, Hanif sempat membentak para TKA karena bertindak kurang kooperatif. Alih-alih mendengarkan imbauan, mereka malah asyik menelepon atau bicara dengan rekannya. ”Sit down please,” kata Menaker dalam nada tinggi.

Para TKA itu akhirnya duduk dan mendengarkan penjelasan Hanif. ”Indonesia negara terbuka. Orang asing boleh bekerja. Namun harus sesuai peraturan. Jika melanggar ada sanksi, bahkan dideportasi,” tegas Hanif.

Dalam siaran persnya, Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno menyebut, dari ke-38 TKA tersebut, 36 di antaranya pria dan dua wanita. Pelanggaran izin yang dimaksud antara lain bekerja tidak sesuai jabatannya.

Semisal, teknisi listrik tapi menjadi marketing. Ada juga pelanggaran lokasi kerja, seperti izinnya di Tangerang ternyata bekerja di Bogor.

Dari hasil pemeriksaan akan diketahui sanksi yang diterapkan sesuai dengan pelanggarannya. Apakah TKA tersebut akan dilakukan pembinaan, denda atau dideportasi.

Rata-rata, TKA Tiongkok tersebut sudah bekerja antara dua bulan hingga satu tahun.

(jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar